- IHSG turun sekitar 1 % setelah pengumuman Sri Mulyani digantikan sebagai Menteri Keuangan, mencerminkan kekhawatiran investor.
- Kehilangan figur kredibel seperti Sri Mulyani membuat pasar ragu, sementara kebijakan fiskal penggantinya, Purbaya Yudhi Sadewa, masih belum jelas.
- Sektor perbankan ikut tertekan, saham-saham bank besar terkoreksi dan memperdalam pelemahan IHSG.
Pada hari Senin, 8 September 2025, pasar modal Indonesia terguncang setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reshuffle kabinet yang paling disorot adalah penggantian Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan. Pengumuman yang datang mendadak itu memicu aksi jual masif, dan IHSG langsung turun sekitar 1 % ke zonasi merah, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap masa depan kebijakan fiskal bangsa.
Apa sebenarnya yang membuat pasar merespons sedemikian tajam?
Hilangan Figur Stabilitas
Sri Mulyani benar-benar menjadi simbol disiplin anggaran dan kredibilitas fiskal. Investor internasional cukup mempercayai kebijakan yang dikendalikan dengan ketat olehnya. Saat ia digantikan, pasar merasakan kekosongan figur yang selama ini menjadi jangkar — dan itu menimbulkan kekhawatiran nyata
Baca Juga: IHSG Tumbang Pasca-Demo: Peluang atau Bencana bagi Investor?
Kebijakan Fiskal Baru Masih Kabur
Pengganti Sri, Purbaya Yudhi Sadewa, disebut memiliki latar belakang yang berbeda dan belum jelas bagaimana ia akan membiayai ambisi tinggi pemerintah—termasuk program makan sekolah massal dan peningkatan belanja pertahanan—tanpa memperlebar defisit. Ketidakpastian ini menjadi pemicu panik layanan jual hastily dari investor
Saham Sektor Perbankan Terdorong Turun
Tidak hanya IHSG, sektor perbankan juga ikut tertekan. Akselerasi jual terjadi hampir instan pada saham-saham bank besar, memperkuat tekanan terhadap indeks secara keseluruhan.

